Sabtu, 29 September 2012

Review ke 3 -analisis jurnal-


Melanjutan review presentasi observasi kelompok

Saya akan melanjutkan me-review presentasi kelompok mengenai jurnal observasi . Kelompok pertama pada hari selasa tanggal 25 september 2012 adalah

Kelompok 4

Mengenai Efektivitas Metode Pembelajaran Gotong Royong (cooperative learning) untuk menurunkan kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika. Kelompok 4 memilih jurnal ini karena menurut kelompok ini matemtika merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi momok kecemasan bagi sebagian pelajar termasuk pelajar SMP. Anggapan negatif tersebut semakin berkembang dengan adanya kenaikan standar kelulusan, khususnya untuk nilai matematika. Dan akhirnya peneliti tertarik untuk melakukan eksperimen untuk mengetahui apakah metode belajar tertentu dapat mengatasi kecemasan dalam belajar matematika.
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 SMP 26 Semarang yang berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 16 orang. Teori yang digunakan adalah teori Hurlock 1997 mendefinisikan kecemasan sebagai keadaan mental yang tidak enak berkenaan dengan sakit yang mengancam atau yang dibayangkan, yang ditandai dengan kekhawatiran, ketidakenakan, dan perasaan yang tidak baik, yang tidak dapat dihindari oleh seseorang. Dan ada juga teori mengenai gotong royong yaitu Stodolsky 1985, menyatakan bahwa metode pembelajaran gotong royong (cooperative learning) dapat menurunkan kecemasan siswa terhadap mata pelajaran ilmu pengetahuan dan matematika .
Melakukan eksperimen dengan cara membagi menjadi 2 kelompok dan memberikan pretes yang merupakan skala kecemasan. 2 kelompok tersebut dibagi menjadi kelompok control dn kelompok eksperimen . pada bagian kelompok eksperimen diberlakukan metode pembelajaran gotong royong. Hal ini terjadi selama 4 kali pertemuan . Metode yang digunakan menggunakan metode observasi, wawancara, dan skala kecemasan .
Hasil dari penelitin ini adalah ada pengaruh pemberian perlakuan berupa Metode Pembelajaran Gotong Royong (Cooperative Learning) terhadap kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika. Ada perbedaan kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika pada kelompok eksperimen dan kelompok control. Kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan mengalami penurunan skor kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika, sedangkan kelompok kontrol tidak.


Kemudian kelompok 2

Membahas jurnal Mengenai Kecemburuan pada kaum HomoSeksual pria (gay) di Jakarta . jurnal ini melatarbeakangi karena pernah ada kasus ryan yang memutilasi pasangan prianya . kasus kriminal ini dikarenakan minoritasnya kaum gay dank arena adanya kecemburuan berlebih dari salah satu dari pasangan gay tersebut .
Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode wawancara dan sebagai penunjang adalah metode observasi . responden berjumlah 3 orang , memiliki orientasi homoseksual , usia 20-40 tahun, sudah pernah melakukan hubungan seksual, berpendidikan minimal SMA dan berdomisili di Jakarta .
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat semua faktor potensial yang menyebabkan ia menjadi gay seperti terdapat pada model teori. Faktor potensial itu adalah ketidakadaan figur ayah (ayah sebagai tokoh negatif),  terisolasi dari lingkungan sekitar, perasaan rendah diri, jenis permainan saat masih kecil, dan gaya hidup. Dari segi psikiatri, semua subyek merupakan homoseksual ego distonik. Hal ini dikarenakan ketika subyek masih mengalami konflik psikis, belum dapat menerima orientasinya serta masih menutupi orientasinya kepada orang lain.


Dan kelompok presentasi yang terakhir adalah kelompok 7 

mengenai Kohesifitas supporter tim sepak bola Persija oleh Bayu Wicaksono. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi partisipan dimana peneliti terlibat langsung secara aktif. Subyek dari penelitian ini adalah  anggota The Jakmania dan merupakan bagian dari kelompok The Jak Kukusan , Jumlah Subjek sebanyak 2 orang yang masih dalam satu kelompok pada komunitas The Jak Kukusan.
Latar belakang jurnal ini adalah adanya Kelompok-kelompok kecil ini yang  memiliki aktifitas seperti berangkat bersama-sama dari suatu tempat menuju stadion tempat lokasi pertandingan Persija dan pulang bersama-sama menuju tempat asal. Kelompok The Jak Kukusan merupakan salah satu kelompok kecil yang tidak tercatat berdasarkan pembagian kelompok. 
Hal-hal tersebut diataslah yang melatar belakangi peneliti mengangkat tema kohesifitas dalam kelompok untuk dijadikan sebagai bahan penelitian, dikarenakan adanya pandangan masyarakat yang bertentangan mengenai suporter sepak bola.
Kesimpulan yang didapat dari jurnal ini adalah :
  1. Aktifitas kelompok dalam komunitas (main bola bareng, satu lingkungan, bakti sosial dan nonton bola bareng)
  2. aktifitas kelompok kecil (pulang pergi bersama, patungan, pulangdan pergi bersama), proses pengambilan keputusan kelompok (berdiskusi, solusi,pengambilan keputusan)
  3. identitas kelompok (warna, tulisan, logo-logo, warna, logo,atribut Persija), kohesivitas kelompok di luar lapangan (proses menumbuhkan keterikatan
  4. aktifitas sebelum pertandingan, aktifitas setelah pertandingan, tempat berkumpul,mencari kendaraan, menaiki kendaraan,menyanyikan yel-yel, membeli air dan rokok,tegur sapa, menuju tempat parkir, perjalanan pulang, membahas pertandingan).

Demikianlah review yang bisa saya sampaikan , selamat membaca dan tunggu update – an review lainnya ^.^ terima kasih J .

1 komentar:

  1. semakiiin kereen....akasih ya sudah update review jurnalnya...tetap brbagi ya...salam SOBAT !

    BalasHapus