Melanjutan review presentasi observasi
kelompok
Saya akan melanjutkan me-review
presentasi kelompok mengenai jurnal observasi . Kelompok pertama pada hari
selasa tanggal 25 september 2012 adalah
Kelompok 4
Mengenai Efektivitas Metode Pembelajaran
Gotong Royong (cooperative learning) untuk
menurunkan kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika. Kelompok 4
memilih jurnal ini karena menurut kelompok ini matemtika merupakan salah satu
mata pelajaran yang menjadi momok kecemasan bagi sebagian pelajar termasuk
pelajar SMP. Anggapan negatif tersebut semakin berkembang dengan adanya
kenaikan standar kelulusan, khususnya untuk nilai matematika. Dan akhirnya
peneliti tertarik untuk melakukan eksperimen untuk mengetahui apakah metode
belajar tertentu dapat mengatasi kecemasan dalam belajar matematika.
Subyek dalam penelitian ini adalah
siswa kelas 2 SMP 26 Semarang yang berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi dua
kelompok masing-masing 16 orang. Teori yang digunakan adalah teori Hurlock 1997
mendefinisikan kecemasan sebagai keadaan mental yang tidak enak berkenaan
dengan sakit yang mengancam atau yang dibayangkan, yang ditandai dengan
kekhawatiran, ketidakenakan, dan perasaan yang tidak baik, yang tidak dapat
dihindari oleh seseorang. Dan ada juga teori mengenai gotong royong yaitu
Stodolsky 1985, menyatakan bahwa metode pembelajaran gotong royong (cooperative learning) dapat menurunkan
kecemasan siswa terhadap mata pelajaran ilmu pengetahuan dan matematika .
Melakukan eksperimen dengan cara membagi
menjadi 2 kelompok dan memberikan pretes yang merupakan skala kecemasan. 2
kelompok tersebut dibagi menjadi kelompok control dn kelompok eksperimen . pada
bagian kelompok eksperimen diberlakukan metode pembelajaran gotong royong. Hal
ini terjadi selama 4 kali pertemuan . Metode yang digunakan menggunakan metode
observasi, wawancara, dan skala kecemasan .
Hasil dari penelitin ini adalah ada
pengaruh pemberian perlakuan berupa Metode Pembelajaran Gotong Royong (Cooperative Learning) terhadap
kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika. Ada perbedaan kecemasan
siswa dalam menghadapi pelajaran matematika pada kelompok eksperimen dan
kelompok control. Kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan mengalami
penurunan skor kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika, sedangkan
kelompok kontrol tidak.
Kemudian kelompok 2
Membahas jurnal Mengenai Kecemburuan
pada kaum HomoSeksual pria (gay) di
Jakarta . jurnal ini melatarbeakangi karena pernah ada kasus ryan yang
memutilasi pasangan prianya . kasus kriminal ini dikarenakan minoritasnya kaum
gay dank arena adanya kecemburuan berlebih dari salah satu dari pasangan gay
tersebut .
Metode yang digunakan oleh peneliti
adalah metode wawancara dan sebagai penunjang adalah metode observasi .
responden berjumlah 3 orang , memiliki orientasi homoseksual , usia 20-40
tahun, sudah pernah melakukan hubungan seksual, berpendidikan minimal SMA dan
berdomisili di Jakarta .
Hasil dari penelitian ini adalah
terdapat semua faktor potensial yang menyebabkan ia menjadi gay seperti
terdapat pada model teori. Faktor potensial itu adalah ketidakadaan figur ayah
(ayah sebagai tokoh negatif), terisolasi
dari lingkungan sekitar, perasaan rendah diri, jenis permainan saat masih
kecil, dan gaya hidup. Dari segi psikiatri, semua subyek merupakan homoseksual
ego distonik. Hal ini dikarenakan ketika subyek masih mengalami konflik psikis,
belum dapat menerima orientasinya serta masih menutupi orientasinya kepada
orang lain.
Dan kelompok presentasi yang terakhir
adalah kelompok 7
mengenai Kohesifitas supporter tim sepak bola Persija oleh
Bayu Wicaksono. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi
partisipan dimana peneliti terlibat langsung secara aktif. Subyek dari
penelitian ini adalah anggota The
Jakmania dan merupakan bagian dari kelompok The Jak Kukusan , Jumlah Subjek
sebanyak 2 orang yang masih dalam satu kelompok pada komunitas The Jak Kukusan.
Latar belakang jurnal ini adalah
adanya Kelompok-kelompok kecil ini yang
memiliki aktifitas seperti berangkat bersama-sama dari suatu tempat
menuju stadion tempat lokasi pertandingan Persija dan pulang bersama-sama
menuju tempat asal. Kelompok The Jak Kukusan merupakan salah satu kelompok
kecil yang tidak tercatat berdasarkan pembagian kelompok.
Hal-hal tersebut diataslah
yang melatar belakangi peneliti mengangkat tema kohesifitas dalam kelompok
untuk dijadikan sebagai bahan penelitian, dikarenakan adanya pandangan
masyarakat yang bertentangan mengenai suporter sepak bola.
Kesimpulan yang didapat dari jurnal
ini adalah :
- Aktifitas kelompok dalam
komunitas (main bola bareng, satu lingkungan, bakti sosial dan nonton bola
bareng)
- aktifitas kelompok kecil (pulang
pergi bersama, patungan, pulangdan pergi bersama), proses pengambilan
keputusan kelompok (berdiskusi, solusi,pengambilan keputusan)
- identitas kelompok (warna,
tulisan, logo-logo, warna, logo,atribut Persija), kohesivitas kelompok di
luar lapangan (proses menumbuhkan keterikatan
- aktifitas sebelum pertandingan,
aktifitas setelah pertandingan, tempat berkumpul,mencari kendaraan,
menaiki kendaraan,menyanyikan yel-yel, membeli air dan rokok,tegur sapa,
menuju tempat parkir, perjalanan pulang, membahas pertandingan).
Demikianlah review yang
bisa saya sampaikan , selamat membaca dan tunggu update – an review lainnya ^.^
terima kasih J .







semakiiin kereen....akasih ya sudah update review jurnalnya...tetap brbagi ya...salam SOBAT !
BalasHapus