Psikologi dikuatkan oleh observasi + wawancara
P sikologi yang ilmiah
Alasan melakukan observasi ;
- Yang dilihat performa manusia , ada yang berjalan lambat ada yang cepat
- Observasi harusnya bisa diandalkan karena yang paling besar adalah visualnya
- Tidak boleh menggunakan subjektivitas hanya melihat dan mencatat.
Subjektifitas yang dimaksud adalah :
· Hanya membuat deskripsi
· Jaga jarak , tidak memaknai sesuatu
· Harus berdasarkan teori
· Tidak memberikan penilaian atau justifikasi
Agar menjadi objektif yaitu dengan adanya peneliti harus lebih dari 1 dan peneliti harus mempunyai pengetahuan, pengalaman dan juga bukan orang awam.
Kelemahan Observasi memiliki konsep seperti gunung es yaitu Pengetahuan dan skill dapat diketahui, sedangkan Motif tidak bisa diketahui , namun bisa dilakukan dengan metode wawancara.
Kelemahan Observasi memiliki konsep seperti gunung es yaitu Pengetahuan dan skill dapat diketahui, sedangkan Motif tidak bisa diketahui , namun bisa dilakukan dengan metode wawancara.
dalam melakukan observasi terdapat etika observasi , yaitu :
- Jangan menyinggung masalah sensitive dan pribadi
- Intervensi yang berlebihan
- Waktu penelitian
- Tidak boleh menyakiti orang yang diobservasi dan menggunakan obat-obatan
- Tetap mengikuti nilai-nilai kemanusiaan.
Observasi ilmiah dilakukan dalam kondisi yang ditetapkan secara tepat dengan cara sistematis dan objektif, dan juga dengan pencatatan yang teliti. Observasi sistematis merupakan alat penting bukan hanya bagi psikolog tetapi juga antropolog, sosiologi, dan etolog . Tujuan utama metode observasional adalah untuk mendepresikan perilaku selengkap dan seakurat mungkin. Dalam usaha mencapai tujuan ini , peneliti menghadapi berbagai tantangan yang serius . Mustahil bagi peneliti untuk mengobservasi semua perilaku seseorang. Ilmuan menyandarkan diri pada observasi terhadap sampel perilaku orang, tetapi mereka harus memutuskan apakah sampel mereka mewakili perilaku yang biasa dilakukan oleh orang itu .
Observasi menjadi sumber yang kaya bagi berbagai hipotesis tentang perilaku. Observasi juga dapat menjadi langkah pertama dalam menemukan mengapa kita berperilaku dengan cara tertentu. Dalam metode observasi ada istilah validitas eksternal yang mengacu sejauh mana hasil-hasil sebuah penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi-populasi, settings, dan kondisi-kondisi yang berbeda. Validitas berhubungan dengan truthfulness (tingkat kepercayaan). Untuk meningkatkan validitas eksternal yaitu dengan adanya tata cara time sampling dan situation sampling.
Time sampling mengacu pada peneliti yang memilih interval waktu untuk melakukan observasi secara sistematis atau secara acak. Situation sampling melibatkan observasi perilaku di banyak lokasi yang berbeda dan dalam keadaan dan kondisi yang berbeda .
Metode observasional dapat diklasifikasikan berdasarkan dua dimensi. Pertama, antara “observasi dengan intervesi” atau “observasi tanpa intervensi”. Dimensi kedua melibatkan metode pencatatan perilaku.
- Observasi tanpa intervensi
Observasi tanpa intervensi bisa disebut juga observasi naturalistik yaitu observasi terhadap perilaku dalam setting alamiah tanpa upaya dari pihak pengamat untuk mengintervensi. Dengan kata lain, peneliti tidak mengatur secara khusus sebuah setting dimana perilaku biasanya terjadi. Tujuan observasi naturalistik adalah untuk mendepresikan perilaku seperti yang terjadi secara normal dan meneliti hubungan diantara berbagai variabel. Observasi naturalistik membantu memantapkan validitas eksternal temuan-temuan laboratoris.
- Observasi dengan intervensi
Yaitu observasi yang dilakukan peneliti dengan memanipulasi atau membuat setting secara khusus dalam kondisi tertentu saat melakukan observasi. Ada tiga metode observasi penting yang digunakan peneliti bila mereka memilih untuk mengintervensi setting alamiah, yaitu partsipan observation, structured observation, dan field experiment.
è Participant observation yaitu pengamat (observer) memainkan peran ganda yaitu mengobservasi perilaku orang-orang dan sekaligus berpartisipasi secara aktif dalam situasi yang sedang mereka observasi.
è Structured observation yaitu pengamat melakukan intervensi untuk menyebabkan timbulnya suatu kejadian atau untuk merancang sebuah situasi sehingga kejadian yang dimaksud dapat dicatat secara lebih mudah dibanding bila tanpa intervensi.
è Field experiment yaitu seorang peneliti memanipulasi satu variabel independen atau lebih dalam setting alamiah untuk menetapkan efeknya pada perilaku.
Sumber :
Shaughnessy. J. J., Zechmeister. B. Eugene., Zechmeister. S. Jeanne., (2007). Metodelogi Penelitian psikologi edisi ketujuh. Pustaka Belajar

Terima kasih Mbak sudah berbagi pengetahuan, akan menambah nilai pengetahuan lagi jika ditambahkan tentang etika penelitian, hubungannya dengan ilmu psikologi dan contoh-contoh sederhana dari pengalaman...tetap berbagi ya...keep on spirit for better 1ndONEsia...
BalasHapusoh, iyaa mas :)
BalasHapusterimakasih banyak ya mas :)